Dua Bayi Dalam Satu Palungan

Tahun 1994 dua orang Amerika diundang oleh Departemen Pendidikan Rusia untuk mengajar moral dan etika berdasarkan Alkitab di sekolah- sekolah dan panti asuhan sebagai salah satu bentuk pelayanan kerjasama antar kedua negara tersebut.

jesus-  https://bryxp.wordpress.com/2011/04/08/dua-bayi-dalam-satu-palungan/

Mereka menceritakan kisah Natal di sebuah panti asuhan.

Untuk pertama kalinya anak- anak yatim itu mendengar kisah Natal, yaitu perjalanan Maria dan Yusuf ke Betlehem dimana mereka terpaksa harus menginap di kandang domba.

Kemudian datanglah sekelompok gembala dan orang majus dari Timur untuk menjumpai bayi Yesus yang sedang tidur dalam sebuah palungan dan memberi hadiah kepadaNya.

Sepanjang kisah itu diceritakan, baik anak2 maupun pengurus panti mendengarkan dengan khidmat.

Untuk menghidupkan suasana malam Natal itu, setiap anak disuruh membuat palungan tempat Yesus dibaringkan.

Anak- anak itu pun membuat palungannya masing- masing. Suasana hening sejenak. Salah satu dari orang Amerika itu berjalan- jalan dan memperhatikan karya anak- anak itu. Ia tiba di tempat si kecil Jessica, ia terheran- heran. Mengapa ada dua bayi dalam satu palungan, bukankah seharusnya hanya ada satu bayi? Ia memanggil penerjemah agar menanyakan hal itu kepada Jessica. Sambil melihat palungannya, Jessica kecil mengulang kisah Natal itu dengan lancar. Memasuki bagian di mana Maria meletakkan bayi itu ke dalam palungan, Jessica bercerita dengan kalimat penutup yang dibuatnya sendiri. “ Aku hadir di sana saat Maria menaruh Yesus di palungan. Yesus melihat aku dan bertanya apa aku punya tempat tinggal? Aku bilang, aku tak punya mama dan papa, jadi aku tak punya tempat tinggal sendiri. Yesus bilang aku sih boleh tinggal dengan dia. Tapi  aku bilang, tidak bisa, aku kan tidak punya apa- apa yang bisa kuberikan sebagai hadiah, seperti para gembala dan orang majus dari Timur itu. Tapi aku begitu ingin tinggal bersamaNya, aku ingin memberikan apa yang kumiliki untuk dijadikan  hadiah. Pikirku, kalau aku dapat membantu menghangatkan Dia, itu pasti jadi yang bagus. Aku bertanya pada Yesus, “ Kalau aku membantu menghangatkanMu, cukup tidak itu sebagai hadiah?” Yesus menjawab, “Kalau engkau membantu menghangatkan Aku, itu akan menjadi hadiah yang terbaik yang pernah diberikan siapapun kepadaKU.” Kemudian aku masuk dalam palungan itu, lantas Yesus mengajakku tinggal bersamaNya untuk selamaNya.”

Jessica berhenti bercerita, matanya berkaca-kaca dan air mata membasahi pipinya. Kepalanya tertunduk dan seluruh tubuhnya bergetar, ia menangis dan menangis.

Yatim piatu yang kecil ini telah menemukan Seseorang yang takkan pernah melupakan dan meninggalkannya, Seseorang yang tinggal dan menemaninya untuk selama- lamanya.

 

Sobatku, Sudahkah Kita memberikan hadiah terbaik bagi Yesus dan memberi diri  untuk hidup bersamaNya selalu ?


8 responses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s