Ketaatan Tanpa Syarat

Setelah lama tidak update, hari ini bryxp | Christ Youth bisa berbagi kembali lewat sebuah artikel dari ‘calon’ kontributor sekaligus penulis blog ini. Puji Tuhan, karena AnugerahNya sehingga saya bisa membaca dan akhirnya membagikan artikel ini.
Semoga menjadi berkat bagi kita semua.
Let’s start.

“taat taat taat taat taat taat taat taat taat taat taat taat taat”

“Jika Allah yang kami puja sanggup melepaskan kami,

Maka Ia akan melepaskan kami … tetapi seandainya tidak,

Hendaklah tuanku mengetahui ya raja,

Bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku’’

(Daniel 3:17-18)

 

Dalam keadaan darurat, ada orang yang membuat semacam perjanjian dengan Tuhan. Jika pekerjaan ini berhasil, saya akan giat melayani Tuhan. Kalau saya sembuh, saya akan memberi persembahan. Kalau lulus ujian saya akan membaca Alkitab sampai selesai, dan sebagainya. Pertanyaan yang muncul adalah: mengapa seorang perlu ‘’dapat sesuatu’’ dulu untuk ‘’melakukan sesuatu’’ untuk Tuhan.

Sebuah cerita yang lain dari biasa terjadi pada Sadrakh, Mesak, dan Abednego. Mereka di perhadapkan pada 2 pilihan: menyembah dewa orang babel, atau mesuk ke dalam perapian yang menyala-nyala. Dalam keadaan darurat itu, mereka tidak merancang perjanjian dengan Tuhan. Mereka tidak melakukan tawar menawar demi keselamatan diri sendiri, tetapi membulatkan tekad untuk tetap bertahan pada Imanya: tetap taat kepada Allah dan tidak mau menyembah kepada dewa, apapun resikonya. Bahkan mereka siap untuk kemungkinan terburuk, jika Tuhan tidak mengijinkan mereka untuk selamat dari perapian yang menyala-nyala itu! Teguh mengabdi, itu yang mereka lakukan, hasilnya? Tuhan mengizinkan mereka masuk ke dalam perapian, tetapi mereka tetap selamat dan Nama Tuhan pun di permuliakan lewat ketaatan mereka.

ketaatan tanpa syarat - bryxp | Christ youth(sumber gambar : http://sangsabda.files.wordpress.com)

Mengabdi dan Taat kepada Tuhan berarti menyerahkan hidup 100% kepada Tuhan, tanpa syarat. Bahkan ketika ada orang yang menolak kita, atau seandainya Tuhan mengatakan tidak untuk keinginan kita, sesungguhnya ketaatan itu tidak pudar. Demikian juga dalam setiap Doa, kiranya kita tidak mengancam Tuhan atau membuat janji-janji di hadapa-Nya, sekedar demi mendapatkan sesuatu. haleluya

By: Yulius Abbas

One response

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s