Memanfaatkan Waktu dan Kesempatan

“Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.”
Mazmur 90:12

Memanfaatkan Kesempatan - bryxp.wordpress.com

mrsikhnet.com

Waktu yang sudah lalu tidak akan dapat kembali, begitupun juga dengan kesempatan-kesempatan besar yang mungkin tidak datang 2 kali. Belajar dari pengalaman baik adanya, tapi bukan berarti pengalaman adalah patokan / standar mutlak untuk kita berbuat yang terbaik nanti. Hanyalah kebenaran firman Tuhan standar mutlaknya.

Hari ini begitu berkesan bagi saya. Berada dalam perjalanan selama 3 jam dari kampung halaman menuju ke kota memberi banyak pelajaran bagi saya secara pribadi.
Pohon-pohon tampak saling berkejaran, seiring melajunya mobil yang saya tumpangi serta lantunan musik yang menggugah hati benar-benar mengingatkan saya pada masa lalu.
Masa-masa dimana ada kalanya saya bersukacita, berdukacita, tertawa riang bersama teman-teman, menangis dengan sahabat, berbagi suka dan duka pelayanan bersama komunitas, dan sebagainya.
3 jam berada dalam perjalanan serasa seperti baru 5 menit saja.

Dalam perjalanan, saya merenung dan mengenang masa lalu, begitu banyak kesempatan indah yang tidak saya manfaatkan, begitu banyak pula kelalaian dan kekhilafan yang saya perbuat. Saya sempat berpikir “oh Tuhan, kembalikanlah waktu-waktu itu”. Saat itu saya disadarkan bahwa itulah mengapa saya harus belajar untuk memanfaatkan waktu sebaiknya, karena ada masa dimana kita tidak dapat memperbaiki atau merubah keadaan itu.
Saya begitu berterima kasih kepada Tuhan karena ada hal baru lagi yang Ia ajarkan kepada saya lewat perjalanan saya.
Diibaratkan seperti mobil yang sedang berjalan, kehidupan ini berjalan terus. Waktu terus bergulir maju kedepan tanpa ada kata kembali ke belakang. Kita hanya bisa menengok ke belakang tanpa bisa kembali ke belakang.

aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,”  Filipi 3:13b

Mungkin ada banyak orang yang tidak suka dengan masa lalu yang kelam, pahit, serta penuh kemalangan, sehingga seringkali menghambat orang tersebut untuk maju.
Hal inilah yang perlu kita sadari, bahwa pengalaman masa lalu adalah cermin untuk bagaimana kita di masa yang akan datang akan jadi lebih baik lagi. Ingat, bahwa sebagai cermin artinya pengalaman menjadi bahan refleksi kita agar lebih mawas diri di hari depan, bukan sebagai hakim yang mengadili kita dan sebagai penunjuk jalan apa yang harus kita lakukan.
Pengalaman bisa saja tidak membuat kita lebih baik, karena pengalaman bukan guru terbaik.
Standar kebenaran firman Tuhanlah yang akan membuat kita berhasil dan beruntung (Yos 1:8).

Seringkali kita sebagai anak Tuhan diijinkan diperhadapkan dengan masa-masa yang sulit, namun hal ini sebenarnya merupakan suatu proses agar kita lebih dimurnikan dalam iman kepada Yesus Kristus.

Memanfaatkan waktu dengan baik bukan perkara mudah, mengapa ? Karena kita adalah makhluk yang terbatas dalam ruang dan waktu. Kita tidak dapat mengendalikan waktu, kita hanya dapat memanfaatkannya.
Ayat mazmur diatas menunjukkan betapa bahwa pemazmur menyadari akan keterbatasannya sebagai manusia yang sering lalai dan tidak arif dalam memanfaatkan waktu kehidupan ini.
Permulaan hikmat dan akal adalah takut akan Tuhan, berarti tunduk kepada otoritasNya.
“Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya,” (Pkh 3:11a).
Belajar untuk memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya akan membuat kita semakin mengerti bagaimana untuk hidup yang membawa dampak bagi orang lain.
Belajar memanfaatkan waktu akan mengajarkan kita bagaimana pentingnya arti kehidupan kita.

Sahabat, marilah mulai sekarang kita belajar lebih lagi untuk memaknai kesempatan hidup kita ini.
Sungguh besar anugerahNya kepada kita hingga kita masih boleh hidup sampai sekarang ini.
Sudahkah kita menyadari pentingnya arti persekutuan dengan Tuhan?
Sudahkah kita belajar untuk memberi waktu untuk bercakap denganNya, serta mendengar apa yang menjadi kerinduanNya dalam hidup kita?

Jadilah pribadi yang selalu mengucap syukur atas kesempatan hidup di dunia ini, serta tahu memanfaatkan waktu yang ada, semuanya untuk hormat dan kemuliaan Tuhan Yesus Kristus.

Haleluya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s