Datang Dengan Wajah Berbeda

Brown adalah pria yang baik. Dia memiliki 3 anak, Merry, John, dan Peter.

“Anak-anak, nenek kalian berencana akan datang mengunjungi kita!” teriak Brown di tengah-tengah makan pagi mereka.

“O ya, kapan Pa?” tanya mereka. Mereka belum pernah sekalipun melihat nenek mereka.

“Tidak tahu kapan nenek datang. Di suratnya hanya dikatakan bahwa ia mau datang. Begitu saja.” jawab Brown.

datang dengan wajah berbeda - manna sorgawi - bryxp.wordpress.com

galtlinedesign.com

Musim dingin tiba dan seperti biasanya sekolah-sekolah di Amerika libur pada musim dingin. Ini kesempatan bagi Merry, John, dan Peter untuk belajar bermain ski di bukit yang tidak terlalu tinggi yang letaknya tidak jauh dari rumah mereka.

“Merry, John, sudah hampir siang, cepat bawa perlengkapanmu, kita ke bukit itu!” teriak Peter di suatu pagi. Setelah siap, mereka pun berlari kecil menuju bukit itu. Di tengah jalan, mereka melihat seorang perempuan  tua yang duduk di pinggir jalan. Sepertinya dia kepayahan berjalan di atas salju yang mulai menebal dan ia kelihatannya lapar. “Ayo cepat, tidak perlu diurusi perempuan tua itu!” teriak Peter ketika melihat Merry dan John mulai mendekati perempuan itu. John terdiam sejenak dan kelihatan ragu-ragu. Tetapi, Merry tetap berlari kecil mendekati  perempuan itu. Berkali-kali Peter berteriak mengajak Merry dan John untuk melanjutkan perjalanan ke bukit. John pun akhirnya mengikuti ajakan Peter. Sementara itu, Merry bersikeras untuk menolong perempuan itu. “Ada yang bisa saya bantu?” Ibu mau kemana?” tanya Merry. “Tolong papah saya dan bawa saya ke rumah di pojok itu.” jawab wanita tua itu. Merry heran, sebab rumah yang dimaksud adalah rumahnya.  Namun, dia tetap menuruti permintaan perempuan itu.

“Kenapa berpakaian sperti ini?” kata Brown sesaat setelah mereka sampai di rumah.

“Memang siapa ibu ini Pa?” tanya Merry keheranan. “Ini nenek kalian” kata Brown. Belum sempat Merry berbicara, perempuan itu sudah menyahutnya. “Ya, sengaja saya tampil seperti ini. Saya hanya ingin tahu tanggapan anak-anakmu.”

Perempuan tua itu kelihatan senang ketika memandang Merry. Tetapi dia menjadi sedih ketika mengetahui anggapan John dan Peter yang seperti itu.

Bagaikan perempuan tua itu, Kristus datang ke dunia dengan tampilan yang berbeda, tidak seperti yang dibayangkan manusia.

Ketika Kristus datang, ada yang menanggapinya secara serius untuk kemudian menerimaNya di hatinya. Ada yang ragu-ragu dan ada yang menolakNya.

Bersyukurlah kalau kita menjadi orang-orang yang sudah menanggapi kedatangan Tuhan Yesus Kristus dengan serius. Namun, kita tetap harus berhati-hati, sebab keseriusan kita bisa pudar manakala kita mengutamakan kesenangan jasmani.

Jangan sampai kita membiarkan Kristus berada di luar dan terus mengetuk pintu hati kita. Jalinlah keakraban dengan Kristus setiap saat.

Doa

“Tuhan, aku rindu membuatMu senang ketika melihatku. Mampukan aku.
Amin”

dikutip dari:

Renungan Manna Sorgawi Edisi Desember 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s