KEINDAHAN SIKAP MENERIMA DIRI SENDIRI

“Bersyukur kepada Allah atas hidup anda, 
karena cara penilaian Allah menyatakan bahwa anda cantik!”
bryxp

savelorneave.ca

Joyce Landorf mengemukakan tiga sifat pembawaan utama yang sepatutnya dimiliki oleh seorang wanita Kristen yang tenang dan menarik:
  1. Menyadari nilai dirinya dalam pandangan Allah – bukan pandangannya sendiri.
    Dengan menyadari bahwa ia telah menerima pengampunan dan penghargaan Allah, ia pun menerima dirinya sendiri sebagaimana Allah telah menerima dia.
    Bila seorang wanita mulai mengerti bahwa Allah telah mengampuni dia dan dia benar-benar menerima pengampunanNya itu, hal-hal yang luar biasa akan terjadi. Ia melepaskan diri dari kepompong yang menyelubungi kepribadiannya dan tampil sebagai seorang wanita dengan kepribadian yang menarik.
  2. Mengembangkan sikap “tidak menjadi lumpuh dalam hal apa pun juga”.
    Dr. Dobson menyarankan bahwa kita perlu mengembangkan sikap “tidak mencela diri sendiri” atau sikap “harga diri yang positif”. Tidak adanya sikap “harga diri yang positif” menyebabkan seorang wanita sering mencela dirinya sendiri. Celaan itu berupa sindiran-sindiran kecil terhadap kemampuannya, dan jelas menyatakan perasaan adanya kekurangan dalam dirinya. Dan hal ini bisa berlanjut menjadi kebiasaan mencela orang lain.
    Melaksanakan sikap “harga diri yang positif” adalah sebagai berikut: Setiap kali anda ingin mengatakan sesuatu yang negatif atau yang mencela terhadap diri anda sendiri, suami anda, anak-anak anda, tetangga anda, teman-teman, relasi dagang dan siapa saja, batalkan niat itu. Hilangkan keinginan itu sementara baru timbul di dalam pikiran anda.
  3. Belajar berjalan dengan tegak.
    Bila seorang wanita berada dalam hubungan yang benar dengan Allah, bila ia mempersilahkan Roh Kudus berkuasa dan bekerja di dalam kehidupannya, secara rohani ia berjalan seperti seorang raksasa. Bila anda berbicara dengan orang itu, Allah akan berbicara melalui dia kepada anda. Anda akan merasakan kehadiran Allah bila anda melihat orang itu.
    Joyce Landorf menuliskan kesannya mengenai Henrietta Mears(seorang wanita Kristen dengan tinggi badan tidak lebih dari 150 cm) bahwa, “Tinggi badan saya 165 cm dan saya harus menunduk kalau berbicara dengan dia, tetapi pada saat ia berbicara, saya harus melihat ke atas – jauh ke atas. Ia selalu mengalihkan pandangan mata saya dari wajahnya menuju kepada Yesus.”.Unsur yang ketiga tentang seorang wanita yang anggun bersangkutan dengan pikirannya, dan secara langsung juga bersangkutan dengan potongan tubuh dan sikapnya.
    Mengenai dandanan seorang wanita, Nona Mears menyarankan agar setiap wanita memperhatikan dengan seksama dandanannya dengan memanfaatkan cermin dikamar tidur, kamar pakaian atau dimana saja yang bersifat pribadi, bukan di tempat yang bersifat umum. Katanya, “Usahakan agar dandanan anda sebaik mungkin dengan memeriksanya di depan kaca sebelum anda meninggalkan rumah. Lalu melangkahlah memasuki dunia luar dan lupakan segala-galanya. Anda tidak perlu memikirkan lagi tentang bagaimana dandanan anda apabila anda sudah memperhatikannya dengan teliti sebelum anda ke luar.”
Wanita yang menerima pengampunan Allah di dalam hidupnya, menerima keadaan dirinya sendiri sebagaimana Allah menilai dia, dan memancarkan sikap “haga diri yang positif”. Ia berjalan dengan luwes. Padanya terpancar hal-hal berikut:
  • Ia memiliki rambut yang bersih dan mengkilat.
  • Make-upnya tidak menyolok, tetapi lembut dan feminim.
  • Ia merawat kukunya secara teratur (dan membentuknya).
  • Giginya bersih dan sehat.
  • Ia memeriksakan kesehatanya secara teratur setidaknya setahun sekali.
  • Ia memakai deodorant setiap hari dan memancarkan kebersihan pribadinya.
  • Ia menyebarkan keharuman yang khas tetapi lembut.
  • Ia bersenam secara teratur dan membatasi makanannya.
  • Ia membeli pakaian yang harganya sesuai dengan keuangannya.
  • Warna-warna yang dipilihnya sesuai dengan dirinya.
  • Kata-katanya lemah lembut, tidak kasar atau kotor.
  • Ia menghindari sikap-sikap yang tidak pantas sebagai wanita dan gerak-geriknya luwes.
Unsur-unsur lahiriah itu digabung dengan unsur-unsur yang ada di dalam batinnya, dan kita dapat melihat bahwa ia berjalan:
§   Sesuai dengan perintah Allah………………………….Mazmur 1
§   Berjalan dengan taat …………………………………..Yeremia 7:23
§   Dengan santai, karena ia berjalan
     pada “jalan yang benar” ……………………………….Yeremia 6:16
§   Berjalan dengan selamat ……………………………….Amsal 2:7-8
§   Berjalan dalam kehidupan yang baru …………………Roma 6:4
§   Tanpa beban dosa ……………………………………..Roma 8:1
§   Dengan Roh Kudus sebagai pembimbing ……………..Galatia 5:16
§   Dengan kejujuran ……………………………………….Roma 12:3
§   Dalam kasih, mengikuti Kristus ………………………..Efesus 5:2
   §   Dalam kebebasan ………………………………………..1 Petrus 2:16

Ia kelihatan cantik mempesonakan karena keindahan Allah yang serasi dan seimbang terpantul pada dirinya.
Ia berjalan dengan sempurna dan memancarkan sinar keindahan Allah.

“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang”
2 Korintus 5:17

Dikutip dari: http://ester-sheno.blogspot.com/2011/05/keindahan-sikap-menerima-diri-sendiri.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s