Tiga Kata Sakti Sebelum Mati

Haleluya!

Shalom pembaca Christ Youth yang selalu diberkati Tuhan.

Pada kesempatan kali ini saya rindu untuk berbagi sebuah cerita ilustrasi yang saya kutip dari Buku “Segelas Susu”  dari Rahkito Jati Omi.

tiga kata sebelum mati - segelas susu - bryxp - christ youth

win-007.blogspot.com

“Tiga Kata Sakti Sebelum Mati”

Nasrudin adalah seorang yang penuh percaya diri. Kesibukan sehari-hari adalah bermain judi. Dia pernah kaya karena judi. Dia pernah jadi miskin karena judi. Sekalipun begitu dia tidak jera berjudi.  Istri dan banyak temannya telah berulang kali mencoba menyadarkannya supaya dia berhenti judi.

“Memangnya apa sih yang perlu kutakutkan?” tanya Nasrudin kepada seorang teman yang sedang menasehatinya.

“Din, bagaimanana pun bermain judi itu adalah perbuatan haram dan dosa. Tempat orang berdosa, ya neraka.”

Nasrudin tertawa. “Oh kalau soal surga itu jangan kuatir. Aku sudah tahu tiket untuk masuk surga kok.”

Orang yang menasehati itu justru menjadi heran. “Oiya? Apa tiketnya?”

Jawab Nasrudin “Mudah saja. Pokoknya sebelum mati ucapkan saja 3 kata sakti: ‘Tuhan, ampunilah saya‘. Dengan 3 kata itu, dijamin orang yang mati itu akan langsung masuk taman firdaus.”

Hari berganti hari. Pada suatu ketika, ketika Nasrudin sedang ke kota, sebuah sepeda motor menabraknya. Nasrudin terlempar beberapa meter dan terluka parah. Nyawanya tidak bisa tertolong lagi. Dia akan meninggal dunia di tempat kejadian. Namun sesaat sebelum menutup mata, dia masih sempat mengucapkan 3 kata, “Sialan! Setan Tengik!” (Inilah 3 kata yang sudah biasa dia ucapkan setiap kali kalah di meja judi. Sayang dia lupa membiasakan diri mengucapkan 3 kata sakti yang lain itu).

Saudaraku, ini hanyalah sebuah cerita ilustrasi.

Semoga kita sebagai anak-anak Tuhan selalu menjalani hidup ini dengan penuh rasa hormat dan takut akan Tuhan.

Filipi 2:12

Hai, saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, …..

Saudaraku, jangan pernah anggap  remeh akan Kasih Karunia dari Tuhan. Jangan pernah menganggap ‘kecil’ pengorbananNya di kayu salib demi kita semua.

Saudaraku, jika kita tahu apa yang Benar, tidak perlu kita harus ‘mencobai’ Tuhan lewat pelanggaran yang ‘sengaja’ kita ijinkan dengan embel-embel “Kasih Karunia masih berlaku”.

Kita tidak pernah tahu kapan dan sampai kapan saat kita masih boleh berada dalam bumi ini.

Karena itu, mari kita berusaha melakukan yang terbaik yang bisa kita kerjakan bagiNya dan sesama.

Filipi 1:22
Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah….”

Tuhan Yesus Memberkati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s