Bukti Adanya Tuhan

Alkisah, ada seorang Raja yang sangat terkenal akan kekuasaan dan kehebatan yang ia miliki dalam memimpin kerajaannya. Pada suatu ketika, ia mengundang orang-orang bijak  yang ada dalam kerajaannya ke istananya, karena ia ingin sekali melihat Tuhan. Dalam undangannya ia mengancam akan membunuh semua orang-orang bijak apabila tidak dapat menunjukkan Tuhan kepadanya.

bukti adanya tuhan - christyouth

rezkirasyak.blogspot.com

Satu per satu orang bijak berbicara kepada raja dan mencoba memberi pengertian kepada raja bagaimana Tuhan itu. Tapi, sepanjang penjelasan mereka, belum ada yang seorang pun mampu menunjukkan Tuhan bagi raja dalam penjelasan mereka. Hanya tinggal seorang kakek yang sudah sangat tua yang menunggu giliran bicara.

“Yang Mulia, sudilah kiranya tuan berjalan-jalan ke taman sebentar,” mohon orang tua itu.

Maka raja dan beserta hadirin semua berjalan keluar istana menuju ke taman.

“Sekarang Yang Mulia,” kata kakek itu sesudah semuanya berada di taman, “Saya mohon tuanku Yang Mulia dapat melihat ke langit dan  memandang matahari selama beberapa saat saja.”

Mendengar itu, semua orang bergumam heran. Raja pun jadi berkerut kesal, namun pada akhirnya dia mengabulkan permohonan pendeta tua itu.

Tidak lama kemudian raja mengaduh dan berteriak. Matanya terasa panas, perih dan sakit. “Beraninya kamu menyuruhku melakukan semua ini?!” Bentak Raja kepada kakek tua itu.

“Mohon ampun seribu ampun tuanku raja,” kata kakek tua itu, “matahari hanyalah salah satu ciptaan Tuhan. Jika melihat matahari saja tuanku sudah tidak kuat, bagaimana tuanku bisa kuat melihat Penciptanya, yaitu Tuhan? ” lanjut kakek tua itu.

Mendengar hal itu, hukuman raja tidak jadi ditimpakan terhadap orang-orang bijak yang ada disitu. (Segelas Susu, Rahkito Jati Omi)

***

Saudaraku, cerita diatas merupakan sebuah ilustrasi bagi kita semua.

Terkadang kita berpikir bahwa kita manusia akan dapat ‘membatasi’ Tuhan lewat dimensi pikiran logis kita. Padahal, Tuhan itu tidak pernah terbatas.

Seperti tingginya langit dari bumi, begitulah perbedaan antara pemikiran manusia dan rencana Tuhan.

Kunci dari kita tetap berpegang teguh akan Tuhan dalam kehidupan kita yaitu: IMAN.

Iman akan Dia yang telah menebus kita dari dosa dan maut.

Yohanes 20:29 (Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”)

Berbahagialah kita yang tetap senantiasa berpegang teguh pada Iman dan bahkan tetap percaya “Bukti Adanya Tuhan” lewat Penyertaan dan PerlindunganNya yang Sempurna dalam kehidupan kita tiap hari.

Haleluya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s