Setangkai Mawar

Shalom pembaca bryxp.wordpress.com yang selalu diberkati oleh Tuhan.

Pada kesempatan ini saya ingin berbagi sebuah kisah yang semoga dapat memberi kita ‘motivasi’ untuk berbagi berkat dengan orang lain. Entah berkat dalam bentuk materi, waktu, ataupun sukacita damai sejahtera yang kita miliki.

Setangkai Mawar

setangkai mawar- bryxp.wordpress.com

Setiap sore, seorang penyair yang bernama Rainer Maria Milke, biasa berjalan-jalan. Manakala berjalan-jalan, ia selalu melihat seorang ibu tua yang sama. Ibu itu duduk di tempat dan jalan yang sama sambil meminta-minta. Orang yang lalu lalang kadang meletakkan sekeping koin di cangkir yang ada di depan ibu itu. Namun, ibu itu hanya diam, tidak pernah menunjukkan tanda terima kasih atas pemberian itu.

Pada suatu sore, Rainer sedang berjalan bersama seorang teman perempuan. Mereka melewati jalan yang biasa dijelajahi oleh Rainer. Ketika berjalan di depan ibu itu, Rainer tidak memberikan sekeping pun koin kepada ibu itu. Melihat hal itu, teman perempuan tadi merasa heran dan menanyakan alasannya kepada Rainer. “Orang harus memberi sesuatu kepada hatinya, bukan kepada tangannya” jawab Rainer.

Beberapa hari kemudian, ketika keduanya sedang berjalan bersama melewati jalan itu, Rainer tiba-tiba berhenti untuk membeli setangkai bunga mawar yang segar. Teman perempuan itu merasa bahwa mawar itu pasti akan diberikan kepadanya. Tetapi Rainer meletakkan bunga mawar itu di telapak tangan ibu peminta-minta itu. Ibu itu kaget dan segera bangkit berdiri. Dia meraih tangan Rainer dan menciumnya. Dia mendekatkan mawar itu di dadanya, lalu dia menghilang pergi. Pada keesokan harinya, ibu tadi tidak kelihatan duduk di tempat itu. Dia baru muncul lagi setelah satu minggu menghilang.

“Rainer, selama seminggu, ibu itu ‘tidak bekerja’. Menurutmu, dari apa dia hidup selama itu?” tanya gadis teman penyair itu.

“Dia hidup dari setangkai mawar,” jawab Rainer.

***

Pembaca Christ Youth yang selalu dikasihi Tuhan, terkadang pemberian tidak selalu soal materi. Pemberian kita yang dilandasi dengan belas kasihan dan penuh ketulusan bisa lebih berarti dari pemberian ‘uang’ kita.

Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. (Matius 25:40)

Mungkin ada orang-orang diluar sana yang sangat membutuhkan ‘pemberian’ dari kita untuk dapat mengisi ‘lubang’ kosong yang ada pada dirinya.

Mungkin saja ada orang diluar sana yang membutuhkan senyuman orang lain kepadanya, agar dia bisa merasa berharga dan diterima oleh orang lain.

Atau, mungkin saja ada orang diluar sana yang membutuhkan sapaan: “Apa kabarmu hari ini?”, dan banyak lagi contoh lainnya.

Untuk mengisi sebuah ‘lubang di hati’ – kekosongan – tentu yang bisa melakukannya dengan Sempurna adalah Bapa Kita Tuhan Yesus, lewat Roh KudusNya. Tetapi apakah kita sadar bahwa terkadang Tuhan mengijinkan kita bertemu dengan orang-orang yang membutuhkan ‘setangkai mawar’ agar kita bisa menjadi sarana atau alatNya untuk menjadi “Jawaban” atas pertanyaan-pertanyaan seperti: ‘Tuhan apakah Engkau ada dan memperhatikan aku?’, atau ‘adakah orang yang menganggap aku berharga?’ yang mungkin selalu berkecamuk dalam hati seseorang.

Kita diciptakan untuk berbuat baik seperti yang dikatakan Efesus 2:10 (Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.)

Mari saudaraku, kita belajar untuk menjadi ‘berarti’ bagi orang lain.

Jika bingung mulai darimana; “Tersenyumlah kepada orang lain. Itu adalah awal yang baik.”

Biarlah orang yang melihat kita berkata: “Aku melihat Kristus lewat pribadimu”.

ps: semoga artikel-artikel di bryxp.wordpress.com dapat menjadi berkat bagi semua.

Follow akun Twitter @Bry_zers untuk mendapat info terbaru update artikel Christ Youth dan juga motivasi-motivasi Rohani, ataupun saudara bisa berlangganan dengan email untuk menerima pembaruan dari blog sederhana ini.

Selamat Beraktivitas

Tuhan Yesus Memberkati

*cerita dikutip dari Kisah oleh Willi Hoffsuemmer (Buku Segelas Susu, R. J. Omi)

*sumber gambar: http://kolomkita.detik.com

One response

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s