Quality Time With GOD

Haleluya!

Shalom, selamat pagi saudaraku yang diberkati oleh Tuhan.

Pagi hari ini saya tergerak untuk membagikan sebuah kesaksian nyata yang kiranya boleh menjadi alat refleksi bagi kita tentang kehidupan kita yang mungkin seringkali ‘mengabaikan’ Tuhan karena alasan mengejar efisiensi waktu dalam aktivitas kita.

quality time with God - bryxp.wordpress.com

pic:gmb.com

[Kesaksian]

Saudara, saya teringat akan pengalaman saya ketika saya mengerjakan skripsi dulu.  Hari Rabu bagi saya adalah hari skripsi sedunia sehingga saya akan off dari kerja part time di kampus dan segala aktifitas di kampus.
Sekitar 1,5 bulan sebelum deadline pengumpulan skripsi, saya berencana untuk mempercepat penyelesaian skripsi saya apalagi pada waktu itu saya juga sedang sibuk dengan Paskah Universitas dan mempersiapkan retreat untuk regenerasi pelayanan di kampus.
Saat teduh saya pada hari itu agak berbeda dengan biasanya  Kalau biasanya sate memakan waktu 1 jam, maka pada hari itu saya beri diskon 50% menjadi setengah jam saja.  Saya ingin cepat-cepat mengerjakan skripsi supaya cepat selesai.  Namun, entah apa yang terjadi dengan laptop saya hari itu, semua hasil analisa data bab 3 yang saya kerjakan tidak tersimpan di laptop.  Saya ketik lagi, disave, tetapi filenya tidak ada juga.  Kepala saya jadi pusing saudara!
            Hari Kamis jam 9 pagi adalah jadwal saya bertemu dengan dosen pembimbing.  Rupanya hari itu juga kacau.  Mulai dari file di USB yang error sehingga ga bisa nge-print, sampai gagal ketemu dosen karena ia sedang keluar kota!  Lengkaplah penderitaan saya saudara!  Seketika itu juga saya merasa Tuhan sedang menegur saya.  Tuhan seperti berkata kepada saya: “Lihat, semua yang kamu perjuangkan dari kemarin sia-sia bukan?  Apakah kamu pikir, waktu yang kamu berikan kepada-Ku akan mengurangi keefektifanmu dalam menulis skripsi?  Memangnya siapa yang memberikan hikmat?  Sia-sialah setiap usahamu tanpa bergantung kepada-Ku!”
            Saudara, tanpa saya sadar saya telah mengandalkan diri sendiri dan akhirnya menomor duakan Tuhan.  Waktu pribadi bersama Tuhan seolah-olah hanya akan mengurangi keefektifan saya dalam mengerjakan skripsi di hari itu.  Saya bersyukur bahwa Tuhan menegur dosa saya yang telah mengabaikan Tuhan dan mengandalkan diri sendiri.  Saya mengakui kesalahan saya di hadapan Tuhan.  Saya memohon supaya Tuhan mengampuni dosa saya.
Saya berkomitmen bahwa saya akan terus belajar untuk tidak mengorbankan waktu-waktu pribadi saya dengan Tuhan walaupun kerjaan saya banyak atau deadline tugas-tugas semakin mendekat.  Waktu bersama dengan Tuhan bukanlah penghambat keefektifan saya dalam melakukan sesuatu.  Justru hal inilah yang membuat saya lebih efektif dalam belajar atau melakukan sesuatu.
Jadi, tidak boleh ada alasan yang serasional apapun untuk mengabaikan waktu pribadi bersama Tuhan!
(Sepridel – bennysolihin.blogspot.com)
***

Puji Tuhan, saya secara jujur mengakui bahwa ketika membaca kesaksian ini sebelumnya, saya secara pribadi juga merasa ‘ditegur’ Tuhan, dan saya sangat bersyukur untuk itu.

“Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar;” (Wahyu 3:19)

Kesaksian seperti diatas juga ternyata tanpa saya sadari seringkali terjadi dalam kehidupan saya.

Ketika saya ‘ sedikit mengabaikan’ Tuhan untuk fokus menangani sesuatu, sepertinya saya hampir-hampir tidak mampu dan bahkan menghabiskan banyak waktu untuk itu, tetapi ketika saya mulai angkat tangan pertanda tidak mampu dan memohon Tuhan turun tangan dan ikut campur, saya melihat ada banyak hal yang luar biasa terjadi.

Sejauh ini sebelumnya saya ‘hanya’ menyadari kalau hal tersebut adalah karena campur tangan Tuhan. Ya, itu memang benar, tetapi ketika saya membaca kesaksian diatas dan membagikan ini kepada saudara semua, saya menyadari hal yang lain, bahwa:

Segala sesuatu yang kita kerjakan akan LUAR BIASA, EFEKTIF,  & EFISIEN apabila kita MENYERTAKAN TUHAN didalamnya, dan tentunya kita harus sadar dalam setiap kegiatan itu, kita harus memiliki Quality Time With HIM. Jangan mengandalkan diri sendiri.

Misalnya:

Kita harus mengedit video dan membutuhkan waktu jam kerja 6 jam (untuk ide-konsep, editing video yang akan dipakai, penyesuaian gambar-warna, penyesuaian soundtrack, render, dan sebagainya) karena sudah deadline, sehingga mungkin berimbas pada Quality Time kita dengan Tuhan, karena kita juga memiliki ‘komitmen’ Berdoa 1 jam. Sehingga jika kita hanya punya waktu 5 jam edit video dan 1 jam bersama Tuhan apabila kita mengerjakan keduanya.

Mungkin saja kita ingin lebih memilih fokus pada video 6 jam dan mengganti waktu  1 jam bersama Tuhan, tetapi jangan saudara, kita jangan mengorbankan Quality Time bersama Tuhan ‘hanya’ karena aktivitas kita.

Mari kita belajar terlebih dahulu mengutamakan Tuhan dalam kehidupan kita, dan pasti kita akan lihat penyertaan dan pembelaanNya yang sempurna dan luar biasa.

Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.
(Mazmur 127:1)

Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s