Apa Motivasimu?

13) Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,
14) dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.
(Filipi 3:13-14)

apa motivasimu? bryxp.wordpress.com

pic: intisari-online.com

Haleluya! Shalom pembaca Christ Youth yang diberkati Tuhan.

Pada kesempatan ini saya ingin berbagi suatu hal yang menjadi pelajaran berharga bagi saya terlebih khusus dalam pengiringan pelayanan kepada Tuhan.

Sebenarnya post kali ini berangkat dari Filipi 1:23-24

“Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus — itu memang jauh lebih baik;
tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu.”

Kisah diatas mengenai Paulus yang memiliki motivasi akan keselamatan “jiwa” dari orang lain.

Bahkan motivasinya ini membuat ia menjadi seorang yang sangat radikal bahkan melebihi Petrus sebagai kepala dari rasul-rasul. Begitu kuatnya kerinduan dan semangatnya melihat jiwa-jiwa dimenangkan membuat ia bahkan sebagian besar kitab perjanjian baru yang ditulis Paulus dilakukannya dari balik jeruji besi.

Motivasi kita dalam pelayanan mungkin saja adalah “Melayani Tuhan”, tetapi saya ingin berbagi disini bahwa pelayanan kita bukan saja dalam bentuk vertikal (menghadap ke atas), tapi juga horizhontal. Itulah Salib.

Bahkan ayat kitab suci berkata bahwa kasihilah Tuhan Allahmu dan bahkan sesamamu manusia.

Kembali lagi seperti diatas, apa motivasi kita dalam melayani Tuhan?

Kita renungkan dan ketika Tuhan membuka pengertian bagi kita, mari kita realisasikan apa yang menjadi kerinduanNya lewat sikap, perilaku, dan bahkan perbuatan kita.

Apa saja kemampuan kita, kita lakukan untuk kemuliaan Tuhan. Seperti contoh, saya yang hanya bisa menginjil lewat blog ini maka saya berusaha untuk dapat menjadi berkat bagi orang lain lewat tulisan-tulisan di blog ini.

Tuhan membutuhkan “apa yang ada pada kita”, bukan “apa yang dapat kita beri”.

Contoh persembahan seorang janda menunjukkan bahwa dia mempersembahkan apa yang ada padanya. Jika dia hanya berpikir bahwa apa yang dia bisa berikan tentunya tidak akan cukup, karena itu adalah upahnya yang seharusnya ia pakai untuk menghidupi dirinya sehari-hari.

Mari kita belajar semakin tulus dalam memiliki motivasi. Karena hal itulah yang akan menentukan semangat dan hasil pekerjaan kita untuk Tuhan nanti.

Haleluya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s