Menjaga Lidah

Amsal 18:21  Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.

Haleluya.

Mungkin dibenak kita sudah basi apabila mendengar tentang menjaga lidah (menjaga perkataan). Tetapi tentu kita sebagai manusia yang punya begitu banyak keterbatasan membutuhkan “reminder” yaitu Kebenaran Firman Tuhan. Apalagi jika kita melihat di Mazmur 119:9 tentang bagaimana menjaga kelakuan kita bersih tentu harus menjaganya sesuai dengan firman Tuhan, dan bukan dengan pengertian diri sendiri pastinya.

image

Ada begitu banyak orang yang memiliki cara berbicara yang tentunya berbeda, tetapi tentu satu hal yang sama, yaitu semuanya memiliki alat berbicara: ada lidah, yang artinya semua orang memiliki potensi untuk dapat berbicara entah dengan baik ataupun kurang (misalnya tunawicara, dll).

Menjaga perkataan tentu wajib bagi anak-anak Tuhan, karena kita tahu bahwa perkataan kita mengandung kuasa. Apabila bila kita membaca di Matius 18:18 menyampaikan bahwa apa yang kita ikat di bumi, terikat di sorga, yang artinya apa yang kita katakan mengandung kuasa karena kita ini diciptakan segambar dan serupa dengan Allah.

Kita patut ingat bahwa: apapun maksud baik kita, bila disampaikan dengan perkataan dan cara yang salah tentu akan diterima secara tidak baik oleh orang lain. Adapun meskipun maksud kita masih begitu banyak kekurangan tetapi bila disampaikan dengan cara yang baik tentu apa yang kita sampaikan pasti akan didengar dan menjadi bahan pertimbangan.

Berkata-kata tentu harus meminta hikmat Tuhan, karena selain dengan penggunaan kata yang tepat, juga dibutuhkan intornasi yang tepat. Ketidakseimbangan antara perkataan dan intornasi bisa mendatangkan reaksi yang bisa saja tidak pernah kita duga.

Dalam Alkitab juga mencatat bahwa: lemparkan rotimu ke air dan engkau akan menerimanya lama sesudah itu, yang juga dapat berarti perkataan yang kita sudah sampaikan entah baik ataupun buruk, pasti lambat laun akan kembali juga kepada kita. Apabila baik tentu kita akan menuai hasil positif, dan sebaliknya.

Sahabatku, mari kita belajar menjaga perkataan karena kita adalah saksi-saksi Kristus yang harus menjadi teladan dalam sikap, perkataan, integritas, gaya hidup, dan banyak aspek lainnya.

Selamat beraktivitas…

Tuhan Yesus memberkati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s