Anak Tuhan Musiman

Christ Youth – Hari ini saya ingin menulis tentang “anak Tuhan musiman”.

Mungkin ada yang bertanya, mengapa judulnya seperti itu?

anak tuhan musiman

pic: kaist.wordpress.com

Entahlah.

Posting ini lahir untuk menggambarkan seorang anak muda.

***

Dalam kesehariannya ia biasa dipanggil Aji (nama samaran). Aji adalah seorang pemuda yang kelihatan sangat rohani di sekolahnya. Aji sangat aktif dalam kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler di bidang kerohanian. Namun ada satu hal yang sangat disayangkan, Aji merupakan seorang pemuda yang selalu jatuh-bangun dengan dosa favoritnya. 

Dia sering mengucapkan komitmen untuk berjanji di hadapan manusia dan bahkan dengan tegas mengucapkan komitmen dihadapan Tuhan bahwa dia tak ingin mengulangi lagi dosa-dosa favoritnya.

Aji bahkan berpuasa, berdoa, bahkan melakukan ketetapan-ketetapan yang ‘kelihatan’ sangat rohani sebagai ‘harga’ yang harus ia bayar atas dosa dan pelanggarannya.

Satu, dua, tiga bulan dan bahkan satu tahun dapat ia lewati.

Sayang sekali, kejatuhan yang sama tetap saja ia alami.

Depresi, Stress, dan bahkan rasa tidak layak melayani Tuhan lagi selalu ia rasakan dalam hari-harinya, hingga tiba suatu hari dimana ia tidak merasa bersalah lagi.

Hidup dalam kubangan itu membuat Tuhan pun turun tangan untuk menegurnya sebagai tanda kasihNya terhadap Aji (Wahyu 3:19).

Seiring berlalunya waktu, Aji banyak dipercayakan untuk melayani Tuhan lewat talenta dan bahkan kemampuannya yang begitu luar biasa, karena Aji tergolong orang yang banyak dipercayakan talenta oleh Tuhan, tidak ketinggalan pula hikmat dan kepekaan rohani.

Berjalannya waktu, Aji semakin kuat di dalam Tuhan, namun kekuatannya untuk berkata TIDAK pada dosa hanya bertahan sejauh mana ia dipercayakan dalam pelayanan. Artinya, ia hanya menjaga kekudusan dan kelihatan sangat rohani ketika dia akan terlibat dalam pelayanan, sedangkan ketika dia tidak ada kegiatan pelayanan, ia kembali jatuh pada kubangan lumpur dosa.

Dalam hati, Aji sangat rindu untuk dapat menjadi anak Tuhan yang sejati. Teguran firman Tuhan yang menyebutnya sebagai orang yang bebal (Amsal 26:11) membuatnya sangat rindu untuk menjadi anak Tuhan yang setia menjaga kekudusan.

Aji masih dalam proses.

***

 

Dalam perenungan, saya pun berusaha memahami arti dari kisah ini.

Ketika merenung tiba-tiba di benak saya terbersit sebuah lagu:

ENGKAU ADA BERSAMAKU
DI TIAP MUSIM HIDUPKU
TAK PERNAH KAU BIARKAN ‘KU SENDIRI
KEKUATAN DI JIWAKU
ADALAH BERSAMA-MU
TAK PERNAH KURAGUKAN KASIH-MU

BERSAMA-MU BAPA KULEWATI SEMUA
PERKENANAN-MU YANG TEGUHKAN HATIKU
ENGKAU YANG BERTINDAK MEMB’RI PERTOLONGAN
ANUGRAH-MU BESAR MELIMPAH BAGIKU

Saya tidak tahu hal apa yang mungkin anda alami saat ini, tapi satu hal yang saya tahu bahwa ketika engkau membaca artikel ini, Tuhan rindu kita semua benar-benar menjadi anak Tuhan yang setia. Bukan anak Tuhan musiman yang tergantung pada situasi dan kondisi, tapi benar-benar Anak Tuhan yang Militan untuk dapat menjadi garam dan terang bagi sekitarnya.

 

HALELUYA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s